Beritainfonusantara.com
Kesiapsiagaan satuan ini tercermin dari seragam khusus serba hitam yang dikenakan prajurit dalam pelaksanaan tugas tertentu. Para prajurit tidak hanya mengantongi kualifikasi raider, tetapi juga dibekali kemampuan khusus untuk menghadapi berbagai bentuk ancaman teror.
Komandan Batalyon Infanteri Raider 509/Balawara Yudha, Mayor Inf Juni Fitriyan, S.H., mengatakan satuannya yang dikenal sebagai Unit 9 Balawara Yudha saat ini mengerahkan sekitar 130 personel.

“Pasukan ini memang disiapkan sebagai satuan berciri khas penanggulangan anti-teror,” ujar Juni Fitriyan usai acara serah terima jabatan sekaligus lepas sambut Panglima Divisi Infanteri 2/Kostrad dari Mayjen TNI Susilo kepada Mayjen TNI Muhammad Primadi Saiful Sulun di Singosari, Kabupaten Malang.
Ia menambahkan, pembinaan kemampuan tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang TNI, khususnya dalam pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), di mana TNI memiliki peran dalam penanggulangan terorisme.
Lebih lanjut dijelaskan, seragam khusus yang digunakan prajurit bukan sekadar atribut, melainkan perlengkapan pendukung tugas pada situasi tertentu yang menuntut kecepatan, ketepatan, serta kesiapsiagaan tinggi.
Terkait pergantian kepemimpinan Panglima Divisi Infanteri 2/Kostrad, Juni Fitriyan menyatakan optimismenya. Menurut dia, estafet kepemimpinan diyakini akan membawa dampak positif bagi pembinaan dan profesionalisme satuan.
“Kami yakin dan percaya, ke depan satuan akan semakin jaya, semakin profesional, dan semakin dicintai rakyat,” tegasnya.
Pewarta:red











